perkembangan bisnis perhotelan dan pariwisata diindonesia

Sektor hotel dan pariwisata sebenarnya tengah menghadapi tantangan yang cukup berat tahun ini dikarenakan oleh kondisi kelebihan pasokan kamar (oversupply) yang terjadi di beberapa kota besar dan kekurangan tenaga kerja ahli di sektor pariwisata dan perhotelan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Teknologi digital dan Internet berhasil menciptakan perubahan karena tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam dunia bisnis. Sektor hotel dan pariwisata tak terkecuali, harus bisa merangkul teknologi yang kini menjadi keharusan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para konsumen.
Menurut data dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), ada kurang lebih 2.300 hotel berbintang di Indonesia (bintang satu sampai lima), yang mempunyai hampir 290.000 kamar. Sementara itu, menurut angka dari Badan Pusat Statistik (BPS) ada lebih dari 16.000 hotel non-bintang di Indonesia dan memiliki total kamar sekitar 285.000 jumlah kamar.
Meskipun okupansi hotel seluruh Indonesia sepanjang 2016 masih lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sektor hotel dan pariwisata sebenarnya tengah menghadapi tantangan yang cukup berat tahun ini dikarenakan oleh kondisi kelebihan pasokan kamar (oversupply) yang terjadi di beberapa kota besar dan kekurangan tenaga kerja ahli di sektor pariwisata dan perhotelan.
Disrupsi Digital
Ketua Umum  PHRI Hariyadi Sukamdani dalam acara jumpa pers di Hotel Grand Sahid Jaya di Jakarta, Senin (13/11/2017), mengatakan disrupsi digital (digital disruption) juga mempengaruhi industri perhotelan dan dampaknya bisa positif dan negatif. Menurutnya, industri perhotelan tidak bisa memungkiri kalau okupansi hotel sangat terbantu oleh jasa yang disediakan dari online travel agency.
"Kalau dilihat jumlah kamarnya, Indonesia ini yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kita tidak ada lawannya kita di Asia Tenggara. Angka tadi itu belum termasuk dari jumlah kamar yang tersedia melalui konsep ekonomi berbagi (sharing economy)," ujar Hariyadi, yang juga akan menjadi pembicara di acara The Hotel Week Indonesia, yang merupakan ajang konferensi dan eksibisi dengan fokus dibidang hotel dan pariwisata.
Hariyadi mengatakan para pemilik dan operator hotel saat ini harus bisa beradaptasi dengan tuntutan dari online travel agency, yang meminta komisi lebih tinggi dari travel agency konvensional. "Komisinya mereka itu cukup tinggi, antara 15-30 persen," ujarnya.
Namun, bukan hanya itu Hariyadi, yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti dengan serius masalah perpajakan terkait Online Travel Agency asing, terutama terkait Pajak Penghasilan Pasal 26 (Pph Pasal 26).
"Problemnya OTA asing itu menyangkut pajak," ujarnya, seraya menambahkan saat ini operator dan pemilik hotel dipaksa membayar PPH26 yang ditagih oleh Direktorat Jenderal Pajak, karena para OTA asing tidak membayar pajaknya.
"Ini yang sedang di proses di dirjen pajak. Nah karena hotel tidak bisa narik, jadi mereka [Dirjen Pajak] meminta hotel yang membayarkan. Ini saya rasa semua hotel akan bereaksi keras karena ini kan jadi beban biaya tinggi. OTA asing ini meminta komisi antara 15-30 persen. Jadi dibayangkan saja?," ujar Hariyadi.
Hariyadi mengatakan PHRI kini sedang meminta kepada Direktorat Jenderal Pajak untuk meminta OTA asing membuat badan usaha tetap di Indonesia.
"Kami sudah sampaikan soal pajak ini ke ibu Sri Mulyani menteri keuangan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa ada jawaban. Kami mohon Menteri Keuangan bisa koordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, karena beliau mungkin punya perspektif lain," ujarnya.
"Pertanyaannya adalah kalau mereka menolak gimana? Seperti kasus Google misalnya. Ini yang sedang kita bicarakan dengan rekan-rekan perhotelan, kalau misalnya kita blokir saja gimana OTA asing ini? Mereka menyatakan siap mendukung," ujar pemilik jaringan Hotel Sahid di Indonesia.

pegertiaan jurusan perhotelan dan prospek kerjanya

Apa itu Jurusan Manajemen Perhotelan?
Jurusan Manajemen Perhotelan adalah sebuah jurusan yang menerapkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di bidang ilmu perhotelan atau hospitality. Jurusan yang seringkali disebut jurusan perhotelan ini biasanya menawarkan program studi vokasional dengan gelar D3, meski ada juga beberapa kampus yang menawarkan program studi dengan jenjang D4 maupun S1.
Trus, apa aja yang bakal dipelajari di Jurusan Manajemen Perhotelan?
Nah, karena fokusnya adalah pengembangan pengetahuan dan keterampilan maka nggak heran kalau kurikulum jurusan ini nggak cuma berfokus pada pendalaman teori aja melainkan juga praktik. Untuk materi kuliahnya sendiri tergantung prodi/peminatan yang kalian ambil nih, sob. Sebagai gambaran, ini dia beberapa prodi/peminatan jurusan perhotelan di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung‍  beserta apa yang dipelajari di dalamnya:
1. Studi Akomodasi dan Katering
Prodi ini mempelajari dan memberikan kajian-kajian komprehensif serta inovatif dalam bidang pengembangan produk, operasional, keuangan, hingga pemasaran yang berkaitan dengan industry akomodasi, restoran, dan katering
2. Administrasi Hotel
Memiliki tujuan untuk menciptakan lulusan yang mampu mengelola seluruh kegiatan di bidang perhotelan, prodi ini mempelajari seluruh aspek manajemen, adiministrasi, dan operasional perhotelan secara menyeluruh.
3. Manajemen Divisi Kamar
Di prodi yang satu ini, hal yang akan dipelajari semuanya berhubungan dengan serba-serbi operasional hotel mulai dari pengelolaan kantor depan (front desk), binatu (laundry), dan manajemen tata graha (housekeeping).
4. Manajemen Tata Boga
Fokus dari ini adalah mengenai pengolahan makanan. Meski begitu yang dipelajari nggak hanya mencakup masak memasak tapi juga mengenai pemasaran makanan, penentuan harga jual (pricing), penyusunan anggaran dalam pengolahan makanan, hingga manajemen SDM.
5. Manajemen Tata Hidang
Berbeda dengan prodi Tata Boga, prodi Manajemen Tata Hidang mempelajari tentang serba-serbi penghidangan makanan dan minuman. Selain itu kompetensi terkait penyelenggaraan dan pengaturan persiapan acara juga diajarkan di prodi ini.
6. Manajemen Patiseri
Jurusan ini mempelajari dasar pengetahuan bahan utama untuk membuat roti dan kue, teknik pengolahan dan pembuatannya, nutrisi, dan tata hidang hingga mampu menghasilkan produk pastry yang higienis dan bercita rasa tinggi.

keuntungan bekerja di bidang perhotelan

Ini Keuntungan Kerja Dibidang Perhotelan

Pekerjaan di industri perhotelan terus meningkat. Staf depan hotel dan manajer memiliki kesempatan untuk bekerja dalam hotel independen dan rantai tanpa prospek kekurangan pekerjaan.
Manajer khususnya memiliki peluang terbaik untuk kemajuan, kenaikan gaji, dan perjalanan. Berikut adalah lima alasan mengapa manajer hotel dan pekerja hotel mendapatkan pekerjaan terbaik.

Gaji besar

Manajer hotel memiliki gaji yang besar. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, manajer hotel dapat menghasilkan rata-rata $ 46.880 per tahun atau sekitar $ 22,54 per jam. Statistik pekerjaan BLS Occupational Employment and Upages memperkirakan pendapatan nasional untuk manajer penginapan menjadi $ 26,49 per jam atau $ 55.100 per tahun.
Manajer hotel sering dilatih untuk melakukan tugas mereka sehari-hari, jadi mereka tidak diharuskan untuk memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Syarat masuk untuk manajer hotel adalah memiliki ijazah SMA atau sederajat dan satu sampai lima tahun pengalaman kerja yang relevan.

Ruang untuk pertumbuhan

Manajer hotel juga memiliki ruang besar untuk pertumbuhan. Tidak hanya manajer meja depan hotel bisa menjadi manajer umum, tapi juga bisa bekerja di hotel yang berbeda dalam jaringan hotel. Hal ini dapat menyebabkan peluang perjalanan serta ruang untuk kemajuan menjadi posisi eksekutif. Ikhtisar Karir daftar peluang manajemen sebagai general manager, resident manager, executive housekeeper, front office manager, assistant manager, dan convention services manager.

Banyak lowongan kerja

Prospek pekerjaan terbaru menunjukkan bahwa ada banyak lapangan kerja yang terbuka bagi manajer umum hotel. Peluang untuk lebih banyak pekerjaan ini diperkirakan akan tumbuh 12 persen dalam 10 tahun ke depan. Pada saat laporan ini, ada 121.000 lowongan kerja terbuka untuk manajer hotel.

Kualitas Hidup yang Baik

Manajer hotel memiliki kualitas hidup yang baik. Sebagian besar ini sebagian karena memiliki jam kerja dan kondisi yang baik, dan juga pilihan untuk tinggal di tempat secara gratis atau dengan harga yang rendah, menghemat uang manajer hotel dan membiarkan mereka sedikit bepergian atau pergi kerja. Sebuah survei baru-baru ini dipublikasikan di CNN Money yang menunjukkan bahwa sebagian besar manajer hotel menilai pekerjaan mereka sebagai “B” untuk kepuasan pribadi, keamanan kerja, dan untuk keuntungan bagi masyarakat.

Peluang perjalanan

Manajer hotel yang bekerja untuk jaringan hotel seperti Radisson atau Holiday Inn sering memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan ke seminar yang berkaitan dengan pekerjaan atau bekerja di berbagai rantai di luar negeri. Manajer hotel yang ingin pindah ke luar negeri dapat diberi kesempatan untuk melakukannya dan tetap mempertahankan posisi pekerjaan mereka di lokasi baru.
Selain manfaat di atas, pengelola hotel juga berkesempatan bekerja di hotel bintang lima. Semakin banyak pengalaman yang Anda miliki sebagai manajer hotel, semakin banyak kesempatan yang Anda miliki untuk kemajuan ke posisi manajemen yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari kesempatan ini, ikuti kursus bisnis atau manajemen.
sumber :https://sahidhotels.co.id/ini-keuntungan-kerja-dibidang-perhotelan/

sejarah perhotelan di indonesia

Sejarah perkembangan perhotelan di Indonesia belum banyak terungkap, juga belum banyak buku yang mengungkapkan masalah ini. Indonesia telah dikenal di dunia pariwisata sejak sebelum Perang Dunia ke I, tetapi jumlah wisatawan yang berkunjung masih terbilang ribuan.  Seiring dengan perkembangan kedatangan wisatawan asing ke indonesia yang lebih memerlukan sarana akomodasi pariwisata yang memadai, maka semasa penjajahan kolonial Belanda, mulai berkembanglah hotel-hotel di Indonesia.
Dari buku PARIWISATA INDONESIA DARI MASA KE MASA tercatat hotel-hotel yang sudah hadir pada saat itu diantaranya :
Jakarta, dibangun Hotel Des Indes, Hotel Der Nederlanden, Hotel Royal dan Hotel Rijswijk.
  1. Surabaya, berdiri Hotel Sarkies dan Hotel Oranje.
  2. Semarang, berdiri Hotel Du Pavillion.
  3. Malang, Palace Hotel.
  4. Solo, Slier Hotel.
  5. Yogyakarta, Grand Hotel ( sekarang Hotel Garuda )
  6. Bandung, Hotel Savoy Homann, Hotel Preanger dan Pension Van Hangel ( kini Hotel Panghegar ).
  7. Bogor, Hotel Salak.
  8. Medan, Hotel de Boer dan Hotel Astoria.
  9. Makasar, Grand Hotel dan Staat Hotel.

ruang lingkup perhotelan

Hotel merupakan wadah yang menyediakan sarana tempat tinggal sementara (akomodasi) bagi umum, yaitu : orang-orang yang datang dengan berbagai ragam tujuan, maksud serta keperluan ke daerah di mana hotel berdomisili.
Hotel memilih domisilinya di tempat-tempat atau di lingkungan daerah yang memiliki potensi untuk dikunjungi, seperti panorama, adat istiadat masyarakat, social, budaya, sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan, keagamaan dan pusat kegiatan spiritual dan lain-lain.
Hotel sebagai tempat tinggal sementara harus dapat mencerminkan pola kebudayaan masyarakatnya dalam arti yang luas.
Hotel diharapkan dapat mencerminkan suasana hunian yang dinamis, kreatif, serta dapat menciptakan suasana yang homogeny di tengah-tengah suasana yang heterogen di daerah di mana hotel berlokasi.

pengertian hotel menurut para ahli

Pengertian Menurut Ahli

Berdasarkan Keputusan Menteri Parpostel no Km 94/HK103/MPPT 1987, menyatakan bahwa Hotel merupakan Salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau keseluruhan bagian untuk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan dan minuman serta jasa lainnya bagi masyarakat umum yang dikelola secara komersil.
Menurut Lawson (1976). Hotel merupakan Sarana tempat tinggal umum untuk wisatawan dengan memberikan pelayanan jasa kamar, penyedia makanan dan minuman serta akomodasi dengan syarat pembayaran.
Menurut pernyataan Hotel Oroprietors et all dalam Sulastiyono  (2001- 5), Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.
Menurut Sulastiyono (2001 : 6), Hotel merupakan sebuah usaha komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan dan pelayanan-pelayanan umum lainnya.
Menurut pernyataan American Hotel and Association , Hotel merupakan suatu tempat yang sengaja disediakan untuk tujuan pengianapan, makan dan mibum, serta pelayanan lainnya yang ada berupa fasilitas hotel lainnya.

akomodasi,tipe-tipe karakteristik perhotelan

Dalam pelajaran produktif Akomodasi Perhotelan pada mata pelajaran Industri Perhotelan dijelaskan tentang tipe-tipe Hotel. Keberadaan hotel dapat dikelompokan dalam beberapa tipe/kategori. Pengelompokan tipe hotel dapat dijelaskan menurut beberapa hal yaitu:

  • Berdasarkan Kelas
  • Berdasarkan Plan
  • Berdasarkan Ukuran
  • Berdasarkan Lokasi
  • Berdasarkan Area
  • Berdasarkan maksud kunjungan tamu
  • Lamanya tamu menginap
  • Kriteria Jenis Tamu
  • Aspek bentuk bangunan
  • Wujud FisikBerikut akan dijelaskan secara lebih lengkap tentang tipe-tipe hotel sesuai dengan klasifikasi tersebut.

  • 1. Tipe Hotel Berdasarkan Plan

           Beberapa macam hotel Plan Usage, antara lain:
    a.  American Plan
               Sistem perencanaan harga kamar dimana harga yang dibayarkan sudah termasuk harga kamar itu sendiri ditambah dengan harga
    makan (meals)
             American Plan dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
    • Full American Plan (FAP)
            Harga kamar sudah termasuk  tiga kali makan (pagi, siang dan malam)
    • Modified American Plan (MAP)
            Harga  kamar sudah  termasuk dengan dua  kali  makan, dimana salah satu diantaranya harus makan pagi
    (breakfast), seperti:
           -  Kamar + makan pagi + makan siang
           -  Kamar + makan pagi + makan malam

    b.  Continental Plan/ Bermuda Plan
            Adalah perencanaan harga kamar dimana harga kamar tersebut sudah termasuk dengan kontinental breakfast.
    Adalah  perencanaan  harga  kamar  dimana  harga  kamar  yang dibayar sudah termasuk dengan Continental breakfast.
    c.  European Plan
    Tamu yang menginap hanya membayar untuk kamar saja. Keistimewaanya:
    • Praktis, banyak digunakan oleh hotel-hotel
    • Memudahkan system billing (Pembayaraan saat check out)

    2. Tipe Hotel berdasarkan Ukuran
               Klasifikasi hotel berdasarkan ukurannya dapat ditentukan berdasarkan jumlah kamar yang ada. Ukuran hotel diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu:

    a. Small hotel
    Small hotel adalah hotel kecil dengan jumlah kamar di bawah
    150 kamar

    b. Medium hotel
    Adalah hotel dengan ukuran sedang, dimana dalam medium hotel ini dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu:
    •  Average hotel : jumlah kamar antara 150 sd. 299 kamar.
    •  Above  average  hotel  :  jumlah  kamar  antara  300  sd.  600 kamar.

    c. Large Hotel
    Large hotel adalah hotel dengan klasifikasi sebagai hotel besar dengan jumlah kamar diatas 600 (enam ratus) kamar


peluang kerja industri perhotelan


I. PENGERTIAN HOTEL

Berikut ini dikutif beberapa pengertian hotel :

a. Menurut kamus Oxford, The advance learner’s Dictionary adalah: “Building where meals and rooms are provided for travelers.” Yang dapat diartikan sebagai bangunan (fisik) yang menyediakan layanan kamar, makanan dan minuman bagi tamu.

b. Menurut SK Menparpostel no.KM 37/PW.340/MPPT-86 tentang peraturan usaha dan pengelolaan hotel menyebutkan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

c. Menurut the American Hotel and Motel Association (AHMA) sebagaimana dikutif oleh Steadmon dan Kasavana: A hotel may be defined as an establishment whose primary business is providing lodging facilities for the general public and which furnishes one or more of the following services: food and beverage service, room attendant service, uniformed service, Laundering of linens and use of furniture and fixtures.
Yang dapat diartikan sebagai berikut:
Hotel dapat didefinisikan sebagai sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan memberikan fasilitas penginapan untuk umum dengan fasilitas pelayanan sebagai berikut: pelayanan makan dan minum, pelayanan kamar, pelayanaan barang bawaan, pencucian pakaian dan dapat menggunakan fasilitas/perabotan dan menikmati hiasan-hiasan yang ada didalamnya.

Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.

Dengan mengacu pada pengertian-pengertian tersebut di atas, dan untuk penggolongan hotel di Indonesia, pemerintah menurunkan peraturan yang dituangkan dalam surat keputusan Menparpostel, bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan, penginapan, makan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hotel adalah:
1. Suatu jenis akomodasi
2. Menggunakan bangunan fisik.
3. Menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa lainnya
4. Diperuntukkan bagi umum
5. Dikelola secara komersial, yang dimaksud dengan dikelola secara komersial adalah : dikelolah dengan memperhitungkan untung atau ruginya, serta yang utama adalah bertujuan untuk mendapatkan keuntungan berupa uang sebagai tolak ukurnya.

II. Ruang Lingkup Usaha Perhotelan
Hotel merupakan wadah yang menyediakan sarana tempat tinggal sementara (akomodasi) bagi umum, yaitu : orang-orang yang datang dengan berbagai ragam tujuan, maksud serta keperluan ke daerah di mana hotel berdomisili.

Hotel memilih domisilinya di tempat-tempat atau di lingkungan daerah yang memiliki potensi untuk dikunjungi, seperti panorama, adat istiadat masyarakat, social, budaya, sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan, keagamaan dan pusat kegiatan spiritual dan lain-lain.

Hotel sebagai tempat tinggal sementara harus dapat mencerminkan pola kebudayaan masyarakatnya dalam arti yang luas.

Hotel diharapkan dapat mencerminkan suasana hunian yang dinamis, kreatif, serta dapat menciptakan suasana yang homogeny di tengah-tengah suasana yang heterogen di daerah di mana hotel berlokasi.

Wisata, Pariwisata, Wisatawan, Kepariwisataan & Unsur-unsur Pariwisata

1.    Wisata
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kepariwisataan (Irawan, 2010:11) menjabarkan kata–kata yang berhubungan dengan kepariwisataan sebagai berikut:
  • Wisata : Perjalanan, dalam bahasa Inggris disebut dengan “Travel”.
  • Pariwisata : Perjalanan yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain, dalam bahasa Inggris disebut dengan “Tour”.
  • Wisatawan : Orang yang melakukan perjalanan, dalam bahasa Inggris disebut dengan “Travelers”.
  • Kepariwisatan : Hal–hal yang berhubungan dengan pariwisata dan dalam bahasa Inggris disebut dengan “Tourisme”.
2.    Pariwisata
Menurut etimologi kata “pariwisata” diidentikkan dengan kata “travel” dalam bahasa Inggris yang diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali–kali dari satu tempat ke tempat lain. Atas dasar itu pula dengan melihat situasi dan kondisi saat ini pariwisata dapat diartikan sebagai suatu perjalanan terencana yang dilakukan secara individu atau kelompok dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk mendapatkan kepuasan dan kesenangan (Sinaga, 2010:12).
Pariwisata menurut UU No. 9 Tahun 1990 adalah segala seuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk pengusahaan, daya tarik dan atraksi wisata serta usaha-usaha yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata.
Pengertian tersebut meliputi: semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata, sebelum dan selama dalam perjalanan dan kembali ke tempat asal, pengusahaan daya tarik atau atraksi wisata (pemandangan alam, taman rekreasi, peninggalan sejarah, pagelaran seni budaya). Usaha dan sarana wisata berupa: usaha jasa, biro perjalanan, pramu wisata, usaha sarana, akomodasi dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan pariwisata.
Beberapa ahli mengemukakan pengertian pariwisata, antara lain:
  1. Oka A . Yoeti (Irawan, 2010:11), menjelaskan bahwa kata pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta, yatu “…pari yang berarti banyak, berkali–kali, berputar–putar, keliling, dan wisata yang berarti perjalanan atau bepergian”.
  2. E. Guyer Freuler (Irawan, 2010:11), merumuskan pengertian pariwisata dengan memberikan batasan sebagai berikut : “…Pariwisata dalam arti modern adalah merupakan fenomena dari jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan menumbuhakan cinta terhadap keindahan alam dan pada khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas manusia sebagai hasil dari perkembangan perniagaan, industri, serta penyempurnaan dari alat–alat pengangkutan ”.

ruang lingkup usaha wisata

  1. Attractions (daya tarik). Attractions dapat digolongkan menjadi site attractions dan event attractions. Site attractions merupakan daya tarik fisik yang permanen dengan lokasi yang tetap yaitu tempat-tempat wisata yang ada di daerah tujuan wisata seperti kebun binatang, keraton, dan museum. Sedangkan event attractions adalah atraksi yang berlangsung sementara dan lokasinya dapat diubah atau dipindah dengan mudah seperti festival-festival, pameran, atau pertunjukan-pertunjukan kesenian daerah.
  2. Facilities . Fasilitas cenderung berorientasi pada daya tarik disuatu lokasi

sejarah perkembangan pariwisata diindonesia

Sejarah Pariwisata di Indonesia

Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Pada tahun 2009, pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi sertaminyak kelapa sawit.[1] Berdasarkan data tahun 2014, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia sebesar 9,4 juta lebih atau tumbuh sebesar 7.05% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata di Indonesia. Alam Indonesia memiliki kombinasi iklim tropis, 17.508 pulau yang 6.000 di antaranya tidak dihuni,[2] serta garis pantaiterpanjang ketiga di dunia setelah Kanada dan Uni Eropa.[3] Indonesia juga merupakan negara kepulauanterbesar dan berpenduduk terbanyak di dunia.[4] Pantai-pantai di Bali, tempat menyelam di Bunaken,Gunung Rinjani di Lombok, dan berbagai taman nasional di Sumatera merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia. Tempat-tempat wisata itu didukung dengan warisan budaya yang kaya yang mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis Indonesia yang dinamis dengan 719 bahasa daerah yang dituturkan di seluruh kepulauan tersebut.[5] Candi Prambanan dan Borobudur, Toraja, Yogyakarta,Minangkabau, dan Bali merupakan contoh tujuan wisata budaya di Indonesia. Hingga 2010, terdapat 7 lokasi di Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.[6]Sementara itu, empat wakil lain juga ditetapkan UNESCO dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia yaitu wayang, keris, batik dan angklung.[7]
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, sebelas provinsi yang paling sering dikunjungi oleh para turis adalah Bali sekitar lebih dari 3,7 juta disusul, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Banten dan Sumatera Barat.[8]Sekitar 59% turis berkunjung ke Indonesia untuk tujuan liburan, sementara 38% untuk tujuan bisnis.[9]Singapura dan Malaysia adalah dua negara dengan catatan jumlah wisatawan terbanyak yang datang ke Indonesia dari wilayah ASEAN.[10] Sementara dari kawasan Asia (tidak termasuk ASEAN) wisatawan RRCberada di urutan pertama disusul Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan India.[10] Jumlah pendatang terbanyak dari kawasan Eropa berasal dari negara Britania Raya disusul oleh Belanda, Jerman danPerancis.[10]
Pengelolaan kepariwisataan, kebijakan nasional, urusan pemerintahan di bidang kebudayaan dan kepariwisataan di Indonesia diatur oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia.[11]
Munculnya pariwisata di Indonesia , diketahui sudah sejak lama. Seperti perjalanan kerajaan-kerajaan atau utusannya ke berbagai belahan di nusantara. Menurut Yoeti (1996:2),  berdasarkan kurun waktu perkembangan, sejarah pariwisata indonosia bisa dibagi tiga, yaitu :
1) Masa Penjajahan Belanda
 Kegiatan kepariwisataan dimulai dengan penjelajahan yang dilakukan pejabat pemerintah, missionaris atau orang swasta yang akan membuka usaha perkebunan di daerah pedalaman. Para pejabat Belanda yang dikenai kewajiban untuk menulis laporan pada setiap akhir  perjalannannya. Pada laporan itu terdapat keterangan mengenai peninggalan purbakala, keindahan alam, seni budaya masyarakat nusantara. Pada awal abad ke-12, daerah Hindia Belanda mulai berkembang menjadi suatu daerah yang mempunyai daya tarik luar biasa bagi  para pengadu nasib dari negara Belanda. Mereka membuka lahan perkebunan dengan skala kecil. Perjalanan dari satu daerah ke daerah lain , dari nusantara ke negara Eropa menjadi hal yang lumrah, sehingga dibangunlah sarana dan prasarana penunjang kegiatan tersebut. Kegiatan Kepariwisataan masa penjajahan Belanda dimuali secara resmi sejak tahun 1910-1912 setelah keluarnya keputusan Gurbenur Jendral atas pembentukan Vereeneging Toeristen Verkeer ( VTV ) yang merupakan suatu biro wisata pada masa itu. Saat itu kantuntor tersebut  juga digunakan sebagai maskapai swasta belanda KNILM (Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtfahrt Maatschapijj) yang memegang monopoli kawasan Hindia Belanda saat itu. Meningkatnya perdangan antar benua eropa , Asia dan Indonesia pada khususnya, meningkatnya lalu lintas manusia yang meakukan perjalanan untuk berbagai kepentingan masing-masing. Untuk memberikan pelayanan kepada mereka yang melakukan perjalanan ini, maka didirikannya pertama kali suatu cabang Travel Agent di Jalan Majapahit No,2 Jakarta pada tahun 1926 yang bernama Lissone Lindemend(LISIND) yang berpusat di Belanda. Sekarang tempat tersebut digunakan oleh PT.NITOUR. Tahun 1928 Lislind berganti menjadi NITOUR(Nederlandche Indische Touristen Bureau) yang merupakan dari KNILM. Saat ini, kegiatan pariwisata lebih banyak disominasi kaum kulit putih saja, sedangkan untuk bangsa pribumi bisa dikatakan tidak ada. Perusahaan  perjalanan wisata saat itu tidak berkembang karena NITOUR dan KNILM memegang monopoli. Pertumbuhan Hotel di Indonesia sesungguhnya mulai dikenal sejak abad ke-19, meskipun terbatas pada beberapa hotel seperti Batavia;Hotel Des Indes;Hotel der nederland, Hotel Royal, dan Hotel Rijswijk. Di Surabaya berdiri pula Hotel Sarkies, Hotel Oranye, di Semarang didirikan Hotel Du Pavillion kemudian di medan berdiri Hotek de Boer, da Hotel Astoria, di Makassar Hotel Grand dan Hotel Staat. Fungsi Hotel Pada masa-masa itu banyak digunakan untuk penumpang kapal laut dari Eropa menngingat belum adanya kendaraan  bermotor untuk membawa tamu-tamu tersebut dari pelabuhan ke hotek dan sebaliknya, maka yang digunakan kereta kuda serupa cikar. Memasuki abad ke-20, barulah perkembangan akomodasi hotel ke kota lainnya. Seperti Grand Hotel Yogyakarta, Hotel salak di Bogor dan lain-lain.
2)

Masa Pendudukan Jepang
 Pada Perang Dunia ke II, yang disusul dengan pendudukan Jepang ke Indonesia keadaan  pariwisata di Indonesia sangat terlantar. Semuanya porak poranda, kesempatan dan keadaa yang tidak menenu ekonomi yang sangat sulit, kelangkaan pangan, papan.

keterkaitan usaha perhotelan dan pariwisata

Dilihat dari aktivitasnya, perhotelan dan pariwisata mempunyai kaitan yang cukup erat. Kedua aktivitas yang sama-sama bergerak di bidang perekonomian ini, satu sama lainnya dapat dikatakan saling melengkapi.Tumbuhnya pariwisata yang kini telah menjadikan salah satu industri telah diakui sebagai bagian yang sangat penting dalam menghasilkan devisa bagi negara. Oleh karenanya, di Indonesia bidang ini terus digarap, dikembangkan dan ditangani lembaga resmi yaitu oleh Kementerian Pariwisata.


Berkembangnya kepariwisataan dengan segala macam mekanisme dan pengaturannya yang cukup kompleks terkait pergerakan wisatawan dengan segala aktivitas sudah barang tentu melibatkan banyak aspek, antara lain: transportasi, penginapan, restoran, pemandu wisata, hiburan dan sarana lain-lain. Terlebih belakangan ini pariwisata bukan lagi dilakukan oleh orang per-orang melainkan kunjungan wisata secara grup/rombongan sehingga industri wisata sudah memasuki tren baru atau sering diistilahkan sebagai mass tourism. Semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah-daerah dengan tujuan tertentu secara massif ini pastinya membutuhkan tempat untuk beristirahat, mandi dan makan.
Untuk memenuhi kebutuhan itu semua, maka keberadaan hotel menjadi sangat dimungkinkan menjadi salah satu sarana penunjang penting bahkan bisa disebut sebagai sarana pokok kepariwisataan (main tourism superstructures) sehingga para wisatawan yang datang/berkunjung di suatu tempat akan terpenuhi akomodasinya. Semakin pesatnya perkembangan pariwisata berarti pula akan menggairahkan aktivitas di bidang perhotelan. Disinilah usaha perhotelan mempunyai keterkaitan dengan pariwisata, tanpa pertumbuhan pariwisata sangat mungkin kondisi hotel menjadi lesu. Demikian halnya, tanpa tersedianya salah satu akomodasi berupa hotel atau penginapan bagi wisatawan maka kepariwisataan menjadi kurang nyaman.
Pertumbuhan kepariwisataan dan perkembangannya yang semakin meningkat bahkan sudah memasuki industri wisata di era pasar bebas seperti sekarang, usaha perhotelanpun mengikutinya. Daya jual pariwisata Indonesia yang unik dengan kelebihan alamnya dan eksotis yang semakin ‘laris manis’ dan cenderung banyak dikunjungi wisatawan asing/wisatawan mancanegara berdampak pula pada tingkat hunian hotel. Ini tidak lain merupakan hukum sebab-akibat dimana kedua bidang ini saling melengkapi sehingga terus eksis dan layak mendapat perhatian pemerintah maupun pihak pengusaha yang bersangkutan.

tujuan belajar kepariwisataan

SEJARAH, TUJUAN, DAN MANFAAT KEPARIWISATAAN” MARET 31, 2013 BY TIYAMINOZZ Didalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali hubungan yang terjalin baik di dalam rumah, kantor, suatu daerah, bahkan sampai hubungan antar Negara. Terkadang kita memerlukan sesuatu di suatu daerah atau Negara tersebut baik itu untuk perjalanan wisata, bisnis maupun lainnya. Maka dari itu kita membutuhkan banyak informasi mengenai bidang kepariwisataan agar dapat mengerti dengan baik tujuan, manfaat serta keuntungan yang dapat diperoleh dalam bidang ini. Kepariwisataan merupakan sebuah kegiatan usaha dalam melayani dan memenuhi kebutuhan atau keinginan seorang wisatawan yang akan memulai atau sedang dalam melakukan sebuah perjalanan. Sedangkan menurut UU No.9 Bab I pasal 1 tahun 1990 tentang kepariwisataan menyatakan bahwa: “Kepariwisataan adalah segala kegiatan dan urusan yang ada kaitannya dengan perencanaan, pengaturan, pelaksanaan dan pengawasan pariwisata baik yang dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat.” Kemudian menurut Oka A. Yoeti dalam bukunya “Pengantar Ilmu Pariwisata” yang menyatakan bahwa: “Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan maksud bukan untuk berusaha (Business) atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi tetapi semata-mata untuk menikmati perjalanan tersebut guna bertamasya dan rekreasi atau memenuhi keinginan yang beraneka ragam.” Setelah mengetahui berbagai macam pengertian mengenai “Kepariwisataan” dari berbagai macam sumber yang dapat dipercaya telah memudahkan kita semua dalam memahami apa itu kepariwisataan secara baik, tanpa merasa ragu untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Selain pengertian dari kepariwisataan, masih ada tujuan serta manfaatnya. Sesuai dengan intruksi presiden nomor 9 tahun 1969 yang dikutip dari buku “ Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata” oleh Oka A. Yoeti (1997: hal 35) dikatakan bahw tujuan dari pengembangan kepariwisataan adalah: Meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan Negara serta masyarakat pada umumnya. Memperluas kesempatan serta lapangan kerja dan mendorong kegiatan-kegiatan industri penunjang dan industri sampingan lainnya. Memperkenalkan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Meningkatkan persaudaraan atau persahabatan nasional dan internasional. Begitu pula manfaat yang didapat dari bidang kepariwisataan mencakup dalam berbagai bidang, yaitu ekonomi, budaya, politik, lingkungan hidup, nilai pergaulan dan ilmu pengetahuan, peluang dan kesempatan kerja. Manfaat kepariwisataan dari segi Ekonomi Kepariwisataan menghasilkan devisa yang besar bagi Negara sehingga dapat meningkatkan perekonomian suatu Negara. Manfaat kepariwisaataan dari segi Budaya Membawa sebuah pemahaman dan pengertian antar budaya melalui interaksi wisatawan dengan masyarakat lokal tempat daerah wisata tersebut berada. Sehingga dari interaksi inilah para wisatawan dapat mengenal dan menghargai budaya masyarakat setempat dan juga memahami latar belakang kebudayaan lokal yang dianut oleh masyarakat tersebut. Manfaat kepariwisataan dari segi politik Memelihara hubungan internasional dengan baik, yaitu dalam hal pengembangan pariwisata mancanegara. Akan terjadi kunjungan antar bangsa sebagai wisatawan seperti hal nya dalam pariwisata nusantara, sehingga dapat memberi inspirasi untuk selalu mengadakan pendekatan dan saling menghormati. Manfaat kepariwisataan dari segi lingkungan hidup Karena sebuah objek wisata apabila ingin banyak mendapatkan kunjungan dari wisatawan harus terjaga kebersihannya sehingga masyarakat secara bersama-sama sepakat untuk merawat serta memelihara lingkungan atau daerah yang dijadikan sebagai sebuah objek wisata. Manfaat kepariwisataan dari segi nilai pergaulan dan ilmu pengetahuan Memiliki teman dari berbagai macam Negara sehingga dapat mengetahui kebiasaan mereka serta mempelajari kebiasaan baik dari Negara mereka tersebut. Sedangkan dari segi ilmu pengetahuan kita dapat mempelajari pariwisata serta dapat mengetahui dimana letak dan keunggulan sebuah objek wisata sehingga dapat menerapkan di daerah objek wisata daerah kita yang belum berkembang dengan baik. Manfaat kepariwisataan dari segi peluang dan kesempatan kerja Menciptakan berbagai macam kesempatan kerja, serta mendirikan berbagai macam usaha yang dapat mendukung objek kepariwisataan menjadi lebih baik dan menarik. Itulah beberapa hal mengenai “Kepariwisataan” yang telah dibahas secara lengkap dan mendetil. Sehingga bagi masyarakat atau para pembaca yang ingin mencari tahu informasi lebih mengenai “Kepariwisataan” dapat membaca tulisan ini. Dan ilmu yang didapat dari tulisan ini dapat diterapkan di lingkungan masyarakat sekitar. Sumber: Yoeti, Oka .A. 1997.Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita. Yoeti, Oka .A. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.